Finally, Azmi & Yusuf Are Engaged!

Finally, Azmi & Yusuf Are Engaged!

Akhirnya waktu tersebut datang juga. Jum’at, 28 Desember 2012 sekitar pukul 13 saya sekeluarga telah sampai di rumah nenek Azmi di Purwakarta tempat Azmi sekeluarga tinggal akhir-akhir ini. Di rumah tersebut ternyata sudah sangat ramai oleh keluarga besar Azmi.

Tanpa menunggu lama, saya sekeluarga langsung masuk ke dalam rumah dengan membawa bingkisan-bingkisan yang sudah dipersiapkan sebelumnya dan duduk di tempat yang telah disediakan. Suasana langsung menghangat karena juru bicara dari kami ternyata sudah mengenal keluarga Azmi. Salah satu keluarga Azmi ada yang bercanda dengan berkata:

Saurna urang Cianjur, eh geuningan urang Pasawahan ieu mah. (Katanya orang Cianjur, eh ternyata ini malah orang Pasawahan)

Lalu setelah mengobrol-ngobrol santai sejenak, maka dimulailah acara intinya. Layout ruangan seperti terbagi dua, di sudut kiri ada Azmi sekeluarga dan di sudut kanan ada saya sekeluarga. Saya dan Azmi berada pada satu ruangan tersebut namun kami tidak berani saling pandang dan pasti perasaan kami sama berkecamuknya hoho.

Keluarga Azmi selaku tuan rumah sedang mempersiapkan suguhan dan tampak di sebelah kanan juru bicara dari Muhammad Yusuf sedang mengobrol dengan salah satu dari pihak keluarga Azmi.

Keluarga Azmi selaku tuan rumah sedang mempersiapkan suguhan dan tampak di sebelah kanan juru bicara dari Muhammad Yusuf sedang mengobrol dengan salah satu dari pihak keluarga Azmi.

Acara dibuka oleh salah satu juru bicara dari pihak keluarga Azmi dengan diawali do’a dan dilanjutkan ucapan sambutan menggunakan bahasa Sunda yang sangat lemes (halus) dan ditanggapi oleh juru bicara dari pihak keluarga saya juga dengan bahasa Sunda yang sangat lemes yang saya mengerti namun saya tidak bisa berbahasa selembut itu.

Salah satu juru bicara dari pihak keluarga Azmi sedang membuka acara.

Salah satu juru bicara dari pihak keluarga Azmi sedang membuka acara.

Berikut ini adalah percakapan selanjutnya yang saling disampaikan oleh juru bicara dari kedua belah pihak. Saya coba sampaikan rangkuman dari percakapan-percakapan tersebut dan sebenarnya percakapan tersebut menggunakan bahasa Sunda yang lemes yang walau saya mengerti tapi saya tidak bisa menuliskannya lagi ke tulisan ini, maka saya terjemahkan yang saya tangkap ke Bahasa Indonesia di tulisan berikut ini. Jika Anda pernah menyaksikan sebuah prosesi lamaran di tanah Sunda, maka  mirip-mirip lah, orang Sunda terkenal dengan banyak basa-basinya jadi tidak langsung to the point dalam menyampaikan maksud, di situ yang membuat perasaan semakin bercampur aduk karena ada rasa lucu juga dengan ucapan-ucapan yang disampaikan juru bicara.

Juru Bicara Azmi 1: Selamat datang, untuk keluarga dari Cianjur pada momen silaturahmi ini. Memang di Islam diajarkan untuk memperkuat tali silaturahmi dan semoga dengan momen silaturahmi ini kita bisa mendapat berkah dari Allah SWT. Kepada keluarga dari Cianjur silakan jika ada yang ingin disampaikan.

Juru Bicara Yusuf: Terimakasih, atas sambutannya yang luar biasa dari keluarga di sini. Perkenalkan keluarga kami (lalu memperkenalkan satu persatu anggota keluarga saya). Kami merasa senang bisa silaturahmi dengan keluarga di sini. Semoga silaturahmi kita bisa terus terjalin dan berkah.

Juru Bicara Azmi 1: Baik, sama-sama kami juga terimakasih sudah dikunjungi oleh keluarga dari Cianjur. Mohon maaf atas kekurangan dalam penyambutannya. Kami mohon maaf dan terimakasih yang sebesar-besarnya. — Nah, biasanya, dalam suatu silaturahmi itu, suka ada sesuatu hal di luar silaturahmi itu sendiri yang ingin disampaikan. Maka, ini hanya kalau-kalau saja dari keluarga Cianjur ada yang ingin disampaikan di luar dari silaturahmi itu sendiri, maka kami persilakan sekarang waktunya. Silakan.

Juru Bicara Yusuf: Baik, terimakasih banyak. Iya, sebenarnya ada satu hal besar yang ingin disampaikan oleh kami. Kedatangan kami hari ini ke sini sebenarnya ada maksud lain selain sekedar silaturahmi. Yaitu salah satu jejaka di keluarga kami, yaitu Yusuf katanya sudah ‘nyirian’ (menaksir) salah satu gadis di keluarga sini. Dan kami hari ini ingin melamar gadis tersebut. Entah bagaimana bertemunya dan ceritanya saya kurang tahu karena itu biasanya urusan anak muda. Kita mah orang tua hanya membantu menyampaikan saja keinginan dari anak kami. Harapannya lamarannya diterima dan nanti kelak bisa menikah dan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah dan hidup bahagia bersama-sama. Eh, tapi, ‘jang’ Yusuf jangan senang dulu, belum tentu lamarannya diterima. Kita serahkan pada pihak keluarga dari Purwakarta apakah mau menerima lamaran kita atau tidak. Jika ditolak ya jangan jadi galau, harus diambil hikmahnya, jika diterima alhamdulillah dan memang harapannya seperti itu.

— Lalu ada salah satu dari keluarga Azmi yang berucap: “Ketemunya lewat facebook ya? Anak jaman sekarang kan gitu..” Neutral

Juru Bicara Azmi 1: Oh, ternyata benar ada hal besar yang ingin disampaikan. Alhamdulillah, kami senang dengan apa yang disampaikan oleh keluarga dari Cianjur. Dan kalau persoalan lamar melamar untuk diterima atau tidak sebenarnya ada dua syarat, pertama wanita yang dilamar tidak boleh sudah dilamar oleh laki-laki lain. Syarat yang kedua adalah pihak wanita menerima lamaran tersebut. Nah untuk kepastian soal itu, kami tidak tahu, kita langsung tanyakan saja pada yang bersangkutan. Silakan.

Juru Bicara Azmi 2: Baik, supaya sama-sama kita ketahui keputusannya, mari kita langsung tanyakan saja kepada gadis yang bersangkutan yaitu Azmi, apakah beliau sudah ada laki-laki lain yang melamarnya dan apakah beliau menerima lamaran dari jang Yusuf tadi. Biasanya, wanita itu kalau menolak pasti akan jejeretean (berteriak memberontak) lalu lari kabur dan jika diam saja berarti menerima. Nah, bagaimana neng Azmi? Sudah ada laki-laki lain yang melamar atau belum?

Azmi: — senyum-senyum menggelengkan kepala.

Juru Bicara Azmi 2: Oh belum katanya. Nah, sekarang bagaimana neng Azmi, apakah mau menerima lamaran dari jang Yusuf?

Azmi: — Entah apa yang Azmi lakukan di sini, saya lupa, mungkin mengangguk.

Juru Bicara Azmi 2: Iya? Iya apa? Iya ditolak?

Azmi: — Saya juga kurang paham apa yang Azmi lakukan di sini hhe. Mungkin senyum-senyum sambil sedikit tertawa dan merengek.

Juru Bicara Azmi 2: Oh, iya katanya, diterima, alhamdulillah.

— Lalu semua pun mengucap hamdalah bersama-sama..

Juru Bicara Azmi 1: Alhamdulillah, diterima katanya jang Yusuf. Nah, biasanya orang Sunda mah belum percaya kalau tidak ada bukti fisiknya. Maka silakan dari keluarga Cianjur kalau mau ada yang diserahkan, dipersilakan.

Juru Bicara Yusuf: Ya, benar, kami juga sudah mempersiapkan sebuah cincin sebagai tanda pengikat untuk neng Azmi dari jang Yusuf. Mangga silakan langsung ke prosesi pasang cincin.

— Lalu ibu saya tercinta pun melakukan prosesi pemasangan cincin ke jari manis kiri Azmi tanda ikatan pertunangan kami.

Juru Bicara Azmi 1: Nah silakan untuk berikutnya adalah acara bebas mungkin ada yang mau didiskusikan antara kedua pihak soal pernikahan nanti ataupun lainnya,  dipersilakan. Namun sebelum itu mari kita membaca do’a bersama-sama.

Prosesi pemasangan cincin ke jari Azmi yang dilakukan oleh ibunda Yusuf tercinta. Betapa indahnya foto ini karena semua yang ada di foto ini tampak tersenyum bahagia.

Prosesi pemasangan cincin ke jari Azmi yang dilakukan oleh ibunda Yusuf tercinta. Betapa indahnya foto ini karena semua yang ada di foto ini tampak tersenyum bahagia.

— Saat pemasangan cincin tersebut ada dari keluarga Azmi yang bersiul, ada juga yang berkata “Ulah kamana-mana nya neng..” (Jangan kemana-mana ya neng) Haha..

Lalu setelah membaca do’a kedua belah pihak pun berdiskusi soal tanggal pernikahannya. Dan setelah diskusi yang lumayan panjang, didapatkanlah tanggal 5 Mei 2013 sebagai tanggal pernikahan kami. Tak lupa pula bingkisan-bingkisan yang kami bawa diserahkan ke pihak keluarga Azmi. Setelah itu langsung ke acara makan-makan sambil mengobrol santai.

Penyerahan bingkisan.

Penyerahan bingkisan.

Saatnya makan-makaaan.

Saatnya makan-makaaan.

Sekarang, sudah resmi, Azmi Fatharani Atsarak sudah bertunangan dengan Muhammad Yusuf. Azmi & Yusuf Are Engaged!! Alhamdulillaaaaaaaaaaah. Betapa leganya perasaan ini. Grin Apalagi kalau melihat jari Azmi yang udah ada cincinnya sekarang hihi.. Tatapan kami sekarang sudah jelas-jelas di hadapan mata, hidup bersama saling melengkapi untuk mengarungi bahtera rumah tangga dalam kehidupan di dunia ini sampai akhirat kelak aaamiiin.. Smile

Sekitar pukul 15, kami sekeluarga pamit pulang. Saat kami akan pulang, keluarga Azmi memberikan berbagai bingkisan juga untuk keluarga kami. Di jalan pulang, alangkah lega rasanya dan kami sekeluarga di mobil mengobrol-ngobrol santai bercanda ria soal momen besar yang baru saja terlewati.

Sekarang saatnya memulai koordinasi dan persiapan untuk pernikahan kami di tanggal 5 Mei 2013 kelak. Smile

A: (…) God, I’m engaged! Razz

Y: (…) God, I’m engaged too!! Grin

iOS & Windows Phone Developer at Radyalabs. Love Aviation. #GGMU