Gravity RealD 3D: One of The Most Gorgeous Movie

Kemarin, saya dan sang istri tercinta Azmi Fatharani Atsarak menonton film yang sudah kami tunggu-tunggu sebelumnya dari sejak melihat trailernya di bioskop, yaitu: Gravity RealD 3D (Film Gravity dalam format RealD 3D)!! Dan kami sangat-sangat terpuaskan dengan film tersebut.

Saya memang mencintai dunia angkasa luar, juga terobsesi olehnya. Ayah saya adalah seorang guru Fisika SMP, saya sudah membaca buku Fisika SMP kelas 1 (sekarang kelas 7) yang membahas tentang Tata Surya sejak saya kelas 3 SD. Saya sudah hapal betul isi materi Tata Surya tersebut sehingga saat saya menginjak ke kelas 1 SMP, saya mendapat nilai 100 saat ujian materi Tata Surya tersebut (nyombong dikit huehehe Razz). Maka dari itu, saat saya melihat trailer film Gravity ini di blitzmegaplex saat sebelum menonton Insidious Chapter 2, saya langsung menginginkan film Gravity ini. Grin

Di Indonesia, film Gravity ini tersedia dalam versi 2D(di blitzmegaplex dan 21/XXI), versi RealD 3D (di blitzmegaplex), versi Doulby 3D (XXI), versi IMAX 3D (XXI), dan versi 4DX (blitzmegaplex). Kalau melihat di Twitter, banyak orang yang mengungkapkan kepuasannya menonton film ini dalam format 4DX. Banyak yang bilang serasa melayang-layang di luar angkasa sungguhan. Mengapa saya dan istri memilih menonton yang versi RealD 3D adalah karena tidak salah lagi yaitu di Bandung belum ada bioskop 4DX maupun IMAX 3D. Ayolah blitzmegaplex dan XXI manjakan kami warga Bandung hihihi. Awalnya sih saya dan istri berencana menonton film ini pada tanggal premierenya yaitu 4/10/2013, namun karena saya keesokan harinya ada rencana ke Jakarta, maka akhirnya kami baru bisa menonton pada hari Senin kemarin (7/10/2013). Kami menonton di blitzmegaplex Paris Van Java.

Gravity ini tidak seperti film-film tentang angkasa luar yang saya tonton sebelumnya (Apollo 13, Deep Impact, Red Planet, Sunshine, dll) yang kesemuanya memiliki cerita yang lumayan kompleks dan rumit. Pada Gravity, ceritanya cenderung simpel, namun sutradara Alfonso Cuaron berhasil membuat konflik yang ciamik dan pas dari cerita yang simpel tersebut.

Film ini banyak dipuji kritikus karena sangat presisi pada hal detail dalam keilmuan fisikanya saat adegan di luar angkasa. Salah satu contoh sederhananya, pada film ini saat adegan di angkasa luar tidak ada suara yang terdengar bahkan saat ada benturan dan ledakan sekalipun. Itu dikarenakan di luar angkasa yang tidak mengandung zat apapun termasuk oksigen, suara memang tidak bisa terdengar karena tidak ada media rambatan.

Ceritanya adalah tentang seorang medical engineer bernama Ryan yang baru pertama kali berpergian ke luar angkasa (diperankan oleh Sandra Bullock), melaksanakan misi di luar angkasa tepatnya di ketinggian orbit rendah bumi (600 KM di atas permukaan bumi) bersama beberapa astronot NASA yang lain yang salah satunya adalah astronot veteran yang super duper keren bernama Matt (diperankan oleh George Clooney). Pada misi tersebut terdapat gangguan berupa adanya puing-puing satelit yang baru saja diledakkan dan mengarah kepada tempat mereka mengorbit. Dari situlah bencana muncul dan para astronot harus menyelamatkan diri mereka untuk tidak tertabrak puing-puing tersebut atau bahkan terlempar ke angkasa luar. Ending film Gravity ini sendiri dapat membuat penontonnya (termasuk saya) masih betah pada dunia yang ada di dalam film tersebut dan enggan kembali ke kehidupannya masing-masing. Pokoknya, jarang ada film semenawan dan semenarik film ini dan it is a must to watch this movie. This movie is so gorgeous and awesome. I promise. Smile

Gravity RealD 3D blitzmegaplex

Gravity RealD 3D @ blitzmegaplex Paris Van Java. Difoto oleh Azmi Fatharani Atsarak

iOS & Windows Phone Developer at Radyalabs. Love Aviation. #GGMU