Kurang dari 1 Minggu menuju Khitbah

Saat ini saya sudah cuti kerja dan berdiam di Cianjur sampai awal tahun depan karena saya sekeluarga akan melakukan perjalanan mudik ke Baturaja, kampung halaman ayahku. FYI: Ini kali pertamanya saya ikut mudik ke kampung halaman ayahku tersebut. Dan sebelum acara mudik tersebut akan dilangsungkan salah satu acara terpenting yang tak akan mungkin dilupakan dalam hidup saya — Melamar seorang wanita bernama Azmi Fatharani Atsarak.

Maka dari itu selain mempersiapkan untuk mudik, saya sekeluarga juga akhir-akhir ini mempersiapkan untuk acara lamaran tersebut. Rasanya senang sekali bisa berkumpul dengan keluarga dan beraktivitas bersama dalam persiapan-persiapan ini.

Keluarga dari ayah dan ibuku sudah dikabari, dan kakak dari ayah dan kakak dari ibu menyatakan akan ikut mengikuti proses lamaran tersebut. Cincin akhirnya saya sudah beli ditemani oleh ayah saya di salah satu toko emas di Cianjur, ayah saya yang menemukan cincin dengan model keren seperti itu dan saya pun langsung menyukainya dan merasa cocok untuk dipakaikan ke jari Azmi nanti. Dan lucunya, kami lupa membeli wadah cincinnya. Ini lamaraaaan bukan pemberian biasa, harus pakai kotak cincin keren yang kaya di film-film itu pas si prianya menyatakan isi hatinya ingin menikahi seseorang wanita hoho. — Lusa pas ngambil pesanan buah-buahan saya akan mencari kotak cincin yang keren.

Kotak Cincin Keren

Kotak Cincin Keren

Oh ya, buah-buahan sudah saya pesan di Istana Buah Segar – Cianjur, di sana buah-buahannya langsung dibingkis rapi jadi enak untuk membeli buah-buahan untuk keperluan bingkisan. Kue-kuean akan dipesan besok di dekat rumah dan juga uwa saya dari Depok yang akan ikut menghadiri prosesi lamaran juga akan ikut membawa bingkisan kue. Untuk pakaian, jujur saya kebingungan selera Azmi seperti apa, maka rencananya saya akan menggantinya dengan kerudung saja dan itu sudah Azmi setujui. Kerudungnya cukup kerudung yang kain biasa saja jadi tinggal milih warna saja yang kira-kira Azmi sukai.

Selain itu juga saya sekalian mengantarkan ibu saya yang sedang sakit berobat, alhamdulillah sekarang beliau sudah membaik dan fit kembali dan siap untuk prosesi lamaran dan mudik. Kemarin saya sempat bersitegang petugas rumah sakit karena rumah sakitnya cuma menerima pasien sampai jam 9 pagi saja. Saya tanya, “Memang bukanya dari jam berapa?” Jawab mereka, “Kami buka dari jam 8 pagi karena sedang cuti bersama jadi tutup lagi jam 9″. Sontak saya jawab ketus, “Orang sakit ga bisa cuti mbak”. Akhirnya ibu saya diperbolehkan tetap berobat tapi di UGD karena hanya UGD yang masih buka, akhirnya ibu saya berobat di UGD dan beliau mendapat tempat tidur di sana padahal ibu saya gak parah-parah amat hehe. Saya persilakan ibu saya untuk beristirahat tapi ketika ada keluarga membawa nenek-nenek yang sudah sangat lemah, saya minta ibu saya untuk duduk aja di kursi karena beliau sebenarnya tidak layak juga untuk berada di UGD yang penuh dengan pasien-pasien yang kondisinya sudah sangat darurat dan mempersilakan nenek-nenek tersebut untuk tidur di tempat tidur ibu saya. Tapi pihak rumah sakit tidak memperbolehkannya karena keluarga nenek itu harus menyelesaikan administrasi dulu. Neutral — Dasar rumah sakit daerah ckck.

Saya mengingatkan pada Azmi di hari-hari menuju khitbah ini, untuk memikirkan matang-matang jawaban apa yang akan dia jawab pada prosesi lamaran nanti, saya tegaskan apapun jawaban dari dia tidak akan menjadi masalah bagi keluarga kami. Kami akan menerima segala keputusan Azmi dengan ikhlas. Ayo Azmi, masih ada dua hari untuk memikirkan matang-matang. Hehe.

iOS & Windows Phone Developer at Radyalabs. Love Aviation. #GGMU