Mengantar Beli Seserahan

Seharusnya judulnya adalah ‘Beli Seserahan’ bukan ‘Mengantar Beli Seserahan’, mengapa? Karena sebenarnya menurut adat istiadat bahwa seserahan itu memang seharusnya dibeli oleh saya sebagai pihak laki-laki. Lalu kemudian nanti saat pernikahan seserahan tersebut diserahkan ke pihak wanita. Nah, namun jaman sekarang ini, supaya apa-apa yang akan dijadikan seserahan untuk pihak wanita sesuai dengan selera wanita yang akan dinikahi, terutama pada barang-barang seserahan yang bersifat pribadi untuk wanita tersebut, maka pihak pria biasanya memberikan berupa uang kepada pihak wanita. Sehingga pihak wanita belanja sendiri barang-barang seserahannya sesuai seleranya dan nanti sebelum saat pernikahan seserahan tersebut diserahkan ke pihak pria untuk diserahkan kembali ke pihak wanita saat pernikahan.

Nah, berhubung saya adalah calon mempelai pria yang bertanggung jawab.. Razz Walaupun saya sudah serahkan uang seserahan kepada Azmi sehingga Azmi sekeluarga bisa membeli sendiri seserahannya sesuai selera Azmi, tapi saya ikut mengantarkan Azmi sekeluarga ketika mereka membeli seserahan hoho.

Azmi sekeluarga membeli seserahan di Bandung Selasa kemarin, lokasi pembeliannya di mana lagi kalau bukan di Pasar Baru dan sekitarnya. Azmi berangkat dari Purwakarta dengan mamanya, omnya Azmi (om Erik), dan bibinya (bi Ella). Kami ketemuan di daerah Cihampelas dan kami langsung bersama pergi memulai petualangan mencari barang seserahan ke daerah Pasar Baru. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Pasar Barunya itu sendiri. Oh ya, Azmi sudah melist terlebih dahulu barang-barang yang akan dibelinya disesuaikan dengan jumlah nominal uang yang diberikan.

Pasar Baru Trade Center - Bandung

Pasar Baru Trade Center – Bandung

Sesampainya di Pasar Baru, Azmi, mamanya, dan bi Ella didrop dan langsung masuk ke Pasar Baru sementara saya dan om Erik mencari tempat parkir. Kemacetan yang sangat-sangat parah di daerah itu membuat kami baru mendapatkan tempat parkir satu jam kemudian. Satu album lagu sudah habis diplay di mobil dalam mendapatkan tempat parkir tersebut.

Salah satu contoh kemacetan di depan Pasar Baru Bandung

Salah satu contoh kemacetan di depan Pasar Baru Bandung

Setelah memarkirkan mobil di gedung parkir Pasar Baru, om Erik langsung mengajak saya keluar lagi dari Pasar Baru, mungkin beliau sudah pusing melihat kerumunan orang (saya juga). Kami pun makan batagor di depan Pasar Baru sambil menunggu Azmi selesai belanja.

Beberapa saat kemudian, Azmi mengabari sudah selesai belanja. Kami pun menjemput Azmi, mamanya, dan bi Ella ke dalam Pasar Baru. Saya penasaran belanja apa aja Azmi. Dan ketika bertemu ternyata belanjaannya baru sedikiiiit hahaa. Kata mereka kalau dipaksa belanja malah jadi susah hahaa.. Biasa lah ibu-ibu Razz

Setelah itu perjalanan kami berlanjut ke daerah Cibadak untuk membeli keperluan logistik untuk pernikahan nanti. Saya dan om Erik kembali memisahkan diri dan memilih menunggu di mobil hoho. Karena lama menunggu, akhirnya saya dan om Erik mencari-cari Azmi, mamanya, dan bi Ella. Kami menyusuri sampai ke lokasi kami mendrop mereka dan tidak menemukan mereka. Dan akhirnya kami menemukan mereka di lokasi dekat mobil yang mana cukup jauh dari lokasi mereka didrop tadi. Biasa lah ibu-ibu kalau sudah belanja kekuatan ekstranya keluar. Razz

Selesai dari Cibadak, Azmi, mamanya, dan bi Ella kembali didrop di pusat perbelanjaan Kings untuk melanjutkan belanja. Dan seperti sebelum-sebelumnya, saya dan om Erik kembali memisahkan diri memilih nongkrong di BIP sementara yang lain belanja haha. Saya kurang tau kabar yang belanja bagaimana, tapi saya dan om Erik pertama-tama ke BIP nonton cinema 4D, lalu ke Planet Dago main bowling (saya ga ikut main karena keterbatasan skill), lalu terakhir ke BEC untuk menjual sebuah tablet.

Om Erik sedang bermain Bowling

Om Erik sedang bermain Bowling

Sekitar maghrib, Azmi, mamanya, dan bi Ella tiba di BEC naik taksi dan kami semua berkumpul lagi. Kali ini belanjaannya cukup banyak hoho. Lalu kamipun makan malam sambil rapat evaluasi atas kegiatan pembelian seserahan dan rapat koordinasi untuk kegiatan berikutnya. Hasilnya Azmi sekeluarga akan melanjutkan membeli seserahan di kemudian hari karena belum semua terbeli hari itu. Pembingkisan seserahan dilakukan oleh pihak Azmi, saya tahu beres saja. Seserahan yang saya beli hanya tas dan dompet saja karena ibu saya agen Sophie Martin dan nanti seserahan tersebut juga diberikan terlebih dahulu ke pihak Azmi untuk dibingkis.

Setelah itu kamipun berpisah karena Azmi sekeluarga pulang menuju Purwakarta dan saya pulang menuju kostan. Maka kesimpulannya, judul yang paling-paling cocok untuk postingan saya ini seharusnya adalah ‘Mengantar Omnya Azmi yang Mengantar Beli Seserahan’. Neutral

 

iOS & Windows Phone Developer at Radyalabs. Love Aviation. #GGMU