Sibuk!!

16 hari menjelang hari pernikahan. Sibuk!! Entah berapa kali dalam sehari saya melihat checklist persiapan pernikahan yang saya tulis di OneNote. Semuaaaa dipastikan. Penerima undangan, souvenir, seragam saudara dan kerabat dekat, rundown acara, dsb. Seperti yang pernah disebutkan dalam post sebelumnya, kami mengerjakan semua persiapan tidak melalui WO tapi oleh kami sendiri (kecuali dekorasi gedung karena kami tidak memiliki kapasitas untuk itu. Neutral

Setiap hari selalu saja ada yang dibahas.. Dari pihak keluarga X, mau dikasih undangan satu-satu atau segenap keluarga? Blablabla dan sebagainya. Ini souvenirnya mau pake tali atau dihekter aja? De, cepet atuh ambil ucapan terima kasih ke percetakan! Ko souvenir nya begini? Yang gini mah dibuang atuh.. Blablabla dan sebagainya. Ini seragam buat pager ayu mau ngambil berapa? Anak kecil mau dikasih juga? De dua kali ganti aja ya ga usah pake kebaya merah biar ga ribet.. Blablabla dan sebagainya.. Kayanya akadnya mending di gedung aja deh sekalian, gapapa nyewa kamar aja buat eneh.. Yang jadi MC siapa? Penerima tamu? Sambutan pihak perempuan? Eh, yang baca Quran siapa? Ini musik jadinya gimana? Waaaaa.. Seru!!!! Hahaha.. Saya memang sangat ingin keluarga dan kerabat dekat saya ikut berpartisipasi.. Bukan maksud mempekerjakan, saya hanya ingin mereka ada bersama saya di hari yang sangat bersejarah itu, tidak hanya hadir. Grin

Alhamdulillah saya memiliki bibi yang cukup ahli dalam bidang rias pengantin, jadi saya tinggal meminta tolong jasanya untuk meriaskan saya. Saya juga memiliki uwa yang cukup ahli dalam bidang pemotretan dan sering diundang menjadi fotografer pengantin, kepada beliau juga saya meminta tolong untuk bertanggungjawab mendokumentasikan acara nanti. Saya juga memiliki nenek yang berpengalaman dalam bidang catering pernikahan, sehingga kepada team yang dipimpinnya dulu pula saya meminta tolong jasanya. Beruntung juga saya memiliki kakek yang mempunyai seperangkat sound system yang kepadanya pula saya meminjam alat untuk acara nanti. Saya merasa beruntuuuung sekali. Grin

Doakan kami, semoga proses pernikahan kami dilancarkan, semoga pernikahan kami dan kehidupan setelahnya diridhai dan diberkahi oleh Allah, semoga kami bisa menjadi pejuang yang tangguh, semoga kami bisa menyelesaikan semua tantangan-tantangan-Nya dengan baik, bisa melahirkan generasi-generasi yang unggul, memajukan Islam dan dunia. Kami tau perjalanan kami tidak akan mudah. Tapi dengan keyakinan kami akan kuasa dan pertolongan-Nya, disertai doa dari semuanya, tidak ada yang tidak mungkin. Doakan kami.. Terima kasih banyak. Smile

Housewife. Educator and Human Capital at Edulab Learning Consultant.

  • atsarak

    Degdegan atuh Res kalo ngga mah kumaha.. Hehe..
    Doakan saja.. Wink

  • atsarak

    Kalo yang bergelut di bidang fotografi itu dari keluarga bapa Nei, sisanya keluarga mamah.. Dan lokasinya berjauhan.. Biar saya aja yang jadi penerus menghandle semua. Huehehe..

    • Muhammad Yusuf

      Setuju gan.. Huehehe.. Razz